Sebenarnya, kita sama sekali tidak menenangkan hati kita di hadapan Tuhan untuk mencari tahu mengapa Tuhan mengucapkan firman ini, hasil apa yang Tuhan ingin capai dengannya, dan bagaimana menerapkan dan memasuki firman untuk memenuhi persyaratan Tuhan. Itulah sebabnya kita telah percaya kepada Tuhan dan membaca firman Tuhan selama bertahun
Sebaliknya, Amazia tidak melayani Yehuwa dengan ”sepenuh hati”. Setelah mengalahkan musuh Allah, dia membawa pulang berhala-berhala mereka dan menyembahnya. —2 Taw. 25:11-16. 3 Melayani Allah dengan ”sepenuh hati” berarti benar-benar mengasihi Dia dan mau menyembah Dia selamanya. Dalam Alkitab, kata ”hati” biasanya memaksudkan
Melayani dan taat kepada Tuhan tanpa bersungut-sungut. Sungut-sungut itu adalah tanda ketaatan setengah hati, tidak sepenuhnya, dan setengah hati di hadapan Allah sama sekali tidak diperhitungkan. Perhatikan di dalam Alkitab ada orang-orang yang ketaatannya dengan setengah hati dan bersungut-sungut.
Ia menilai, slogan Pertamina “Melayani Sepenuh Hati” itu bukan sekedar slogan tetapi merupakan satu realita atau menjadi satu hal yang benar-benar terlaksana, benar-benar melayani masyarakat dengan sepenuh hati tanpa mengenal waktu tanpa mengenal kondisi yang sedang pandemik dengan baik dan tercukupi. “Sekali lagi, apa yang dilakukan
Tuhan Yesus dengan sepenuh hati menjelaskan dengan penuh hikmat apa yang masih menjadi tanda tanya buat Petrus. Dengan sikap demikian, rasul Petrus mengalami ketenangan batin.
Amsal 25:21–26:2. 21 Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. 22 Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan Tuhan akan membalas itu kepadamu. 23 Angin utara membawa hujan, bicara secara rahasia muka marah. 24 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah.
Mulailah untuk menanggalkan atribut-atribut yang menjadikan kita kesulitan dalam menjalankan perintah Tuhan. Melayani dengan sepenuh hati, tidak pamrih dan tidak bersungut-sungut. Melayani dengan sepenuh hati kiranya menjadi pesan dan makna Natal yang paling penting dalam kehidupan kita hari-hari belakangan ini.
Yang Yehuwa inginkan dari hamba-hamba-Nya adalah melayani-Nya dengan ”sepenuh hati” dan ”jiwa yang senang”. ( 1 Tawarikh 28:9 ) Tentu saja, Yehuwa tahu bahwa dibutuhkan waktu dan upaya untuk memupuk sifat-sifat yang baik dalam hati kita sehingga menghasilkan buah-buah roh.
KUMPULAN LAGU ROHANI BERTEMA KOMITMEN MENGIKUT YESUS. Melayani Tuhan dan mengikutiNya adalah kewajiban bagi setiap orang percaya. Yesus sudah berkorban bagi kita, mati di kayu salib untuk menebus kita, maka sudah menjadi Yesus sepanjang hidup kita, selama kita hidup. Di bawah ini saya sajikan KUMPULAN LAGU-LAGU ROHANI untuk bisa dipakai dalam
Ilustrasi Ciri-Ciri Rendah Hati menurut Alkitab. Foto: Osservatore Romano/Handout via REUTERS. Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol atau tanda pelayanan dan kerendahan hati. Ia mengatakan: Aku datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Yesus selalu mengakui “kebesaran Allah Bapa-Nya”. Ia melayani murid-murid-Nya dan
1:9b supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Gambaran pohon yang terlihat dalam istilah, “ memberi buah dan bertumbuh,” mengingatkan kita akan sebuah prinsip yang sangat penting dalam hidup, yaitu akar dan batang.
Jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita. Titus 2:10. Ada sebuah iklan yang berbunyi demikian, “kamu bilang itu rintangan, saya bilang itu tantangan”. Rintangan adalah sesuatu yang menghalangi, menggangu, dan menghambat.
Biasanya aku mendengar nasihat untuk berbuat baik tanpa membeda-bedakan latar belakang orang yang ditolong. Namun, ketika aku membaca sendiri catatan Alkitab tentang kisah tersebut ( Lukas 10:25-37 ), ternyata ada banyak hal menarik yang bisa kupelajari. 1. Berbicara tentang kebenaran tidak menjamin seseorang memiliki hati yang benar.
Kamu tidak dapat melayani Tuhan dan mamon" ( Matius 6:24). Berdasarkan makna harfiah dari firman Tuhan ini, pemahaman kita sendiri tentang kehendak Tuhan adalah, Dia berharap agar kita percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan jiwa, dan kita tidak bisa bekerja dan berkorban demi Tuhan sambil mengejar kekayaan dan keuntungan.
Harus saya akui di hadapan Tuhan dan jemaat-Nya bahwa semangat untuk belajar teologi dan penginjilan itu saya dapatkan dari Tuhan melalui Pdt. Stephen Tong. Saya makin diteguhkan untuk menyerahkan diri sepenuh waktu untuk melayani Tuhan melalui Pak Tong. Kemudian saya melanjutkan studi di STT yang dipimpin Pdt. Joseph Tong, adik dari pak
txWmMQ3.
cara melayani tuhan dengan sepenuh hati